Berurusan dengan Tekanan Jiwa

Bila anda berurusan/ hidup dengan orang yg anda rasa sedang mengalami tekanan jiwa, disini ada beberapa hal yang perlu anda lakukan :
1. Waspadalah terhadap tanda-tanda tekanan jiwa,
a. Kehilangan perhatian terhadap kehidupan
b. Rasa pesimisme dan tidak berdaya
c. Menarik diri dari orang lain
d. Terlalu banyak makan atau kurang makan
e. Insomnia atau sulit untuk tetap terjaga
f. Bicara tentang bunuh diri

2. Sadarilah bahwa mereka perlu bantuan. Kalau perhatian dan nasehat anda ditolak, berusahalah mmbuat orang yang menderitaagar bicara dengan seseorang yang dihormatinya mengenai masalah atau perasaannya.

3. Jangan berusaha menggembirakan mereka.Kegembiraan kita hanya mengakibatkannya semakin tenggelam ke lubang tempatnya berada. Kita harus masuk ke dalam lubang bersama mereka, mengatakan kepada mereka bahwa kita mengerti perasaan mereka dan tidak menyalahkan mereka, dan kemudian berjalanlah naik selangkah demi selangkah bersama-sama.

4. Memberi mereka dorongan untuk menyatakan perasaaan mereka . Orang yang Sanguins dan Koleris menganggap tekanan jiwa sebagai sesuatu yang bisa dimatikan dengan memencet tombol. Jawaban mereka adalah : ” Bergembiralah dan tinggalkan itu “. Kalau orang itu menanggapi dengan seketika, maka dia akan segera meninggalkannya bersama masalahnya. Orang yang tertekan jiwanya memerlukan waktu untuk mencurahkan perasaannya, untuk menyelidiki penyebabnya dengan seseorang dan menganalisis kemungkinan pemecahannya.

5. Jangan sekali-kali mengatakan kepada mereka bahwa masalah mereka adalah masalah sepele dan bodoh. Orang yang tertekan jiwanya merasa bahwa masalahnya selain nyata, mungkin juga tolol. Dia jadi marah kepada diri sendiri dan dia tahu setiap orang akan berpikir bahwa keresahannya memang hal yg pantas ditertawakan. Karena perasaan ini, dia tidak akan mengatakan kepada siapapun apa yang menganggu pikirannya. Kalau anda menyarankan dan mau berbagi perasaan , akhirnya dia akan berbagi perasaannya dengan anda.
Bayangkan apa yang akan terjadi dengan jiwanya setelah dia berbagi perasaan dengan anda dan anda menyatakan ” Wah, itu hal yang paling bodoh yang pernah kudengar.!”

Semoga bermanfaat.

*dikutip dari Personality Plus, Florence Littauer

Iklan

Penting Untuk Menjaga Komitmen

• Disaat kamu ingin melepaskan seseorang…ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
• Disaat kamu mulai tidak mencintainya…ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya
• Disaat kamu mulai bosan dengannya…ingatlah selalu saat terindah bersamanya
• Disaat kamu ingin menduakannya…bayangkan jika dia selalu setia
• Saat kamu ingin membohonginya…ingatlah disaat dia jujur padamu
• Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu., Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
  Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu..
• Yang indah hanya sementara
• Yang abadi adalah kenangan
• Yang ikhlas hanya dari hati
• Yang tulus hanya dari sanubari
• Tidak mudah mencari yang hilang
• Tidak mudah mengejar impian
• Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada
  Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga
• Ingatlah pada pepatah,
  “Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”
• Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif….
• Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas
• Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa,       namun…
 Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
 Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
 Apalagi yang mau diperebutkan
 Apalagi yang mau disombongkan
• Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
• Jangan terlalu perhitungan
• Jangan hanya mau menang sendiri
• Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita
• Belajarlah tiada hari tanpa kasih
• Selalu berlapang dada dan mengalah
• Hidup ceria, bebas leluasa…
• Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan
• Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
• Tak ada dendam yang tak bisa terhapus….

» Sebarkan agar banyak org bertindak baik….

Apa Jadinya bila aku bukan…

Huuah..! teriakan itu menggangguku.! Baru setengah jam aku di depan laptop dan sudah setengah jam juga kupingku terbagi antara mendengarkan musik dan mendengarkan celoteh anak-anakku.

Kadang kakaknya bercerita, lalu adiknya tertawa terpingkal-pingkal. Kadang mereka bernyanyi lagu gak jelas, kadang berantem, lalu semenit kemudian mereka berebut robot rusak yg lampunya sdh gak nyala, yg tangannya gampang lepas,  “punyaku.!”
“bukan ini punya mas, dek.! “
“ punyaku.! Aku kan sdh besar.!

“ini punya mas, mas kan lahir duluan.!

“Punyaku, punyakuuu.., Mamaaa.! Mamaaa, ini punyaku.!!

 

Astagaaa…!!

“Mas, berbagilaah.. mas kan ada robot yang lain, tuh ada mobil.” Kataku tanpa beranjak dari kursi dan memperhatikan mereka.
“Tapi inikan punyaku, Ma.! “

“Punyaku.!!” Kata adeknya.

“Punya, Mas, Dek.!” Lalu mereka saling menarik robot itu. Adiknya mulai menangis.

“Kalau mas sama adek berebut,mama juga berebut.! Lalu robot itu ada dalam genggaman kami bertiga. Anakku yg pertama memegang kepalanya, adiknya memegang kakinya, dan aku memegan perutnya. “ini kalo kita tarik begini, pasti ada yg copot. Kalo gak kepalanya, ya kakinya.. harus ada yg lepasin 1 orang. “
“Mamaaa…” kata adeknya. Kita masih saling menarik robot itu…

Beberapa detik kemudian.., adek melepaskan genggamannya. Kemudian akupun melepaskannya. Dia menangis. Air matanya membasahi seluruh wajahnya yang memerah. “mamaaa, aku mau robot.”
“iya, besok adek beli, ya.?”

“Aku mau yang besar. Lebih besar dari punya mas.! Mas gak dikasi. Aku mau beli sendiri. Beli banyak.! Mas, gak usah dikasi.!”

“Ya, besok beli yg besar buat adek, ya..”

Lalu aku membawa anakku ke kamar.

 

Itu salah satu kejadian yg setiap hari berkali-kali terjadi. Dan biasanya lebih heboh lagi. Ruang keluarga sekaligus ruang tamu adalah ajang terjadinya segala macam kejadian.  “ Pertempuran, makan bersama, belajar, menerima tamu, bermain segala mainan mereka bahkan untuk naik sepeda. Luar biasa. Setiap hari, keadaan ruangan itu seolah baru saja dijatuhi bom. Buku, tissue, kertas-kertas, spidol, 3 mainan robot, burung, tembak-tembakan, pesawat, dinosaurus, peluru karet, celana pendek,  papan kecil, pesawat, blok, puzzle, tas, rautan pensil, gelas plastik…semuaaa… bertebaran dimana-mana memenuhi ruangan kami. Ckckck..

Kalo hati lagi mood dan gak capek.. langsung saja kubersihkan. Menyapu dan mengepel. Butuh waktu setengah jam untuk melakukannya. Dan tiap hari kulakukan 2-3 kali.

Kalo hati lagi gak mood.. kubiarkan saja.. sampai kadang aku malu ketika tamu berkunjung ke rumah kami, ruang tamuku seperti habis ditabrak pesawat. Buru-buru kubersihkan seadanya.. yg penting mereka bisa duduk…hahaha… ! *maaf ya para tamu..

Inilah hidupku. Seorang Ibu Rumah Tangga yang Sungguh Luar Biasa (kata mentor, harus memuji diri sendiri biar semangat ), (kalo disingkat : IRT SLB, xixixi..) yang full time mengurus anak-anak pintar tanpa pembantu. Punya usaha yg bisa dilakukan dari rumah, dan punya suami ganteng yang setia dan rajin bekeja yg selalu rutin mentrasfer duit utk kebutuhan hidup kami. Alhamdulillah sesuatu banget. Hehehe..

 

Kadang terpikir, seandainya aku bukan seorang ibu.. apa yg akan kulakukan.?

aku akan punya banyak waktu untuk bersenang-senang. Menikmati hidup, makan dimana-mana, gak usah masakin anak-anak, shopping, jele-jele, nonton drama korea tujuh hari tujuh malam, baca komik, baca buku, dengerin musik dari pagi sampai pagi lagi, tiduuurrr sepanjang hari…gak usah nemenin anak belajar, gak usah ngepel tiap hari, gak usah mencuci dan menjemur daaan.. mensetrika baju setinggi gunung.. gak usah ceramah hal-hal yg baik pada mereka, gak usah khawatir ketika ninggalin rumah. Aku bisa bekerja, cari duit sebanyak-banyaknya, ngumpulin, ngumpulin lalu dibelanjain. Hidup bebas semau-maunya. Kalo capek, tidur, kalo galau, tidur, kalo senang ngeluyur.. Huaah..! sepertinya menyenangkan ya.? Hmm…semakin dipikir..dipikir..dipikir…

 

Ujung-ujungnya…aku gak akan bisa. Seandainya aku gak punya otak dan perasaan.. pasti semua hal diatas bisa kulakukan. Coba, kubagi yang kupikirkan.. Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong anak, membersihkan tempat tidurnya. Lalu menyiapkan seragamnya, lalu menyiapkan bekalnya, lalu mandiin si kecil, lalu masak, lalu nyuapin si kecil, lalu telpon pelanggan, lalu pergi ke rumah eyang, titip anak, nyari duit, lalu jemput anak, hahahihi sebentar sama eyang dan tante, lalu pulang, nemenin makan, malam nemeni belajar, sambil ngepel, lalu nyuapin si kecil, lalu ninabobokan si kecil.
Kalau tidak ada anak..habis mandi aku ngapain ya.?

Owh.. nonton TV.! Ok.. tv.., Emmh.. aku gak suka tivi.!

Hmm… nonton drama koreaaja deh.! Waah.. seru.. siang kumatikan dulu. Aku kan belum sarapan. Tadi Cuma makan roti. Cari makan dulu aah… siang ngeluyur.. makan di mall sambil cuci mata, eh ada baju bagus, eh, ada sepatu bagus.., beli aah… nyampe rumah sudah sore.., duit 300 rb habis dlm waktu 4 jam. Mantaap..!
Lalu ketika malam.. apa yg kulakukan ya.. lanjut nonton drama korea lagi, bisa. Baca buku, bisa. Atau ngerumpi ke tetangga.? Bisaa.! Lalu tidur.

Besok pagi.. bangun tidur., Masak gitu lagii..?!! lalu selama sebulan, setahun, dua tahun.? Gitu muluu.? Astaga… Jadi apa aku.? Aku memang bebas dan senang, tapi apa yg kudapatkan.? Apakah ini kebahagiaan.yang kubutuhkan?

            Padahal, tujuan terakhirku adalah syurga, dan untuk kesana bagiku tidak ada jalan lain kecuali bila aku menjadi seorang yang bermanfaat untuk orang lain. Bila aku bukan seorang ibu, mungkin aku hanya bermanfaat  untuk suamiku. Bila aku seorang Ibu, aku akan bermanfaat untuk suami yg selalu siap memberikan semua yang kubutuhkan, 2 anak-anakku yg pintar dan ramai dan yg suka bikin ribut setiap hari , dan juga BAGI DIRIKU SENDIRI. Dari anak-anak dan suami, aku bisa belajar banyak. Bisa memperbaiki sesuatu. Hidupku jadi berombak. Kadang tenang, angin semilir berembus pelan, kadang juga bergoyang, bergelombang dan pusing bahkan bikin mabok juga. Akan ada banyak hal yg bisa kulakukan untuk mereka, dan dengan itulah aku menjadi orang yg bermanfaat di tengah-tengah gelombang. Sungguh hidup yang luar biasa. Menjadi seseorang yang bermanfaat di tengah gelombang.
Nilainya sangat tinggi bukan. ?

Kalau aku bukan seorang ibu, tidak banyak yang kuketahui tentang hidup. Aku tidak akan tangguh menghadapi cobaan hidup. Bagaimanapun.., bagaimanapun., anak-anak sudah berperan besar membantuku menjadi seseorang yang lebih baik. Dan sebenarnya aku butuh menjadi Ibu. Aku yang butuh mereka. Bukan mereka yang butuh aku. Tuhan sudah mengirimkan mereka berdua sebagai pelatihku. * sekarang jadi pingin nangis kalau ingat kemaren lalu sudah marah sama pelatihku.. hiks.. Maaf Tuhan..:’(

 

Apa jadinya bila aku bukan seorang Ibu.?

 

Aku tidak akan menjadi apa-apa.

 

Salam sayang selalu buat anak-anak tercinta,

 

 

KistianLize

Bagaimanapun,akumencintaimereka..

 

 

Masa Depan Anda Adalah…

Setujukah bahwa masa depan yang baik itu pasti akan datang ?
mungkin ada yang tidak mempercayainya.
tapi ini yang perlu anda yakini..

Masa Depan yang lebih baik itu bermula dari anak-anak yang dibesarkan dengan baik.

Mari kita melakukannya.

Hal yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak adalah orang yang merawatnya. Jadilah figure atau contoh bagi anak-anak. Bila menggendong dan mendongeng sudah tidak dapat kita lakukan lagi (padahal 2 hal itu sangat anak-anak sukai ), maka kita masih bisa melakukannya dengan :

 Menyambutnya dengan rasa rindu ketika mereka pulang sekolah, tanyakan dengan rasa ingin tau, tatap matanya.. “ bagaimana perasaanmu hari ini ? are you sad, happy, obsessed ?” bukannya :
“ bagaimana matematika mu, bagaimana IPAnya, bagaimana ujiannya ?”
 Dengarkan ceritanya dengan penuh perhatian, tanggapi, tanyakan.
 Bantu ketika dia resah, tentang PR yang tidak bisa dikerjakan, tentang temannya yang mengganggunya, tentang mainannya yang hilang dan atau tentang hal lainnya yg menurut kita gak penting. Karena bagi mereka itu adalah sangat penting
 Bermainlah dengan mereka. Bahkan ketika mereka tidak bisa memainkannya.
 Utarakan perasaan anda ketika mereka berbuat salah, bukan mengutarakan kesalahan mereka, apalagi menceritakan kenakalan mereka pada orang lain di depan mereka. Misal : “kakak, mama kecewa ketika kakak tadi melempar barang saat marah “ bukannya “ kakak, kenapa sih melempar barang.? Itu kan rusak.!”
 Jangan lupa untuk MEMUJI saat mereka melakukan suatu hal yang benar. Pujian menjadikan anak percaya diri dan ingin melakukan hal yang baik lagi.
 Saat anda marah, lelah dan sibuk , kadang kesalahan mereka menjadi begitu besar. Usahakan.. sangatlah berusaha agar tidak membentak mereka. Bersabarlah. Kenali emosi anda. Masalah yang ditimbulkan anak-anak tidak sebesar masalah yang anda timbulkan. Cobalah disadari. Marah dan kasar itu tidak menyelesaikan masalah.
Apalagi seorang ayah yang menunjukkan kemarahannya. Ayah adalah figur terakhir bagi anak2 setelah ibu. Bila ibu melakukan hal yg salah, lalu ayah juga melakukannya, maka itulah yg akan dicontoh anak-anak. Itulah yang akan mereka lakukan dan khawatirlah bila mereka akan menjadikannya kebiasaan. Bila marah itu sudah tak tertahankan, luapkan ditempat lain, mau melempar barang atau mau memukul sesuatu juga boleh asal tidak di depan mereka. . kalaupun ini masih susah dilakukan., DIAMLAH.! Lalu pergi dari sumber masalah. Tinggalkan mereka. Biarkan orang lain yang mengurusnya.
 Ajari anak anda untuk mengenali emosi. Ajari mereka untuk memanagemen emosi . misal : “ kakak, marah itu boleh. Sangat wajar bila kakak marah, tapi marahlah dengan benar. Bila kakak marah lalu berteriak dan melempar barang, itu sudah bukan marah yang baik. Lihat, kalau kakak marah, lipat tangannya, tutup matanya, hitung sampai 10. kalau masih marah, duduklah. Hitung lagi sampai 10. kalau masih marah.. mandi aja. Lalu sholat. Tuhan akan memberikan pahala yang buuanyak kalau kakak bisa marah dengan baik. Ok.. ? Tolong ingatkan mama ya, kalau mama marah, mama juga harus begitu “

Ada banyak hal lain yang sebenarnya masih perlu kita lakukan. Dan tidak ada panduan yang cukup akurat untuk mengatasi tiap masalah anak dan memahami kondisi kita masing-masing. Tapi intinya : anak-anak butuh didengar, diperhatikan dan disayangi. Jangan menaruh bara diatas kepala mereka. Bara adalah kejengkelan dan kemarahan, ketidakpuasan kita yang kita tunjukkan berkali-kali saat mereka sedang berbuat salah.

Saat kita berbuat salah pada mereka dengan melakukan hal-hal yang menyakiti mereka adalah sama seperti paku yang ditanamkan pada kayu. Kita memang bisa meminta maaf pada mereka, kita mencabut pakunya, tapi apakah lubangnya akan menutup.? Tidak.itu akan meninggalkan bekas. Janganlah hidup diatas penyesalan terhadap anak-anak anda.

Satu hal lain yang sangat penting kita lakukan adalah BERDOA. Berdoalah yang buuanyak. Sangat banyak untuk mereka. Ingatlah.. anak-anak adalah investasi besar. Mereka adalah ladang untuk berbuat baik. Panen besar dengan kualitas baik akan kita dapatkan nanti. Begitu juga sebaliknya., bila kita melakukannya dengan tidak benar, hasil yang kita dapatkan juga tidak akan baik, bahkan mungkin tidak akan tumbuh.

Sadarilah, Setiap Anak adalah BERHARGA. Sangat berharga untuk anda. Tidak ada kesuksesan yang membahagiakan selain dicintai oleh keluarga terutama anak-anak anda. Sungguh , mereka akan membayar semua yang sudah anda lakukan.

Salam sayang untuk anak-anak anda yang tercinta ..

Kistianlize ^_^

A journey from Malang to Surabaya

Iseng. Awalnya.

Tapi karena sekian lama bis gak berangkat2 juga..akhirnya aku menyerah. Aku tidak lagi melipat tangan dan memandang kosong ke luar jendela.. Aku mulai memperhatikan orang2 di sekitarku. Nampaknya mereka juga bosan dengan kemacetan ini. Sabtu jam 09.55 di perempatan Karanglo-Malang.. entah berapa kilometer kemacetan ini.. yg jelas.. sudah lebih dari setengah jam, bis kami hanya beranjak beberapa meter saja.. Huuah.! Untung saja bis AC. kalo tidak, mungkin aku akan turun dan berjalan kaki saja krn bisa sampai lebih cepat.

Orang di sebelahku, seorang ibu muda yg duduk dengan gelisah. entah kenapa.., waktu mau naik bis ini di terminal Arjosari tadi, dia juga seperti tidak yakin..  dan kegelisahannya itu cukup menggangguku. duduknya tidak tenang, ringtone HP nya yang cempreng juga berkali-kali berbunyi, entah sms dari siapa krn akhirnya itu cukup membuatnya duduk tenang dengan mengetik HP qwerty nya.

Hah.! Aku juga bosan. lalu aku ambil digital kamera yang (untung..) sedang kubawa. Aku melihat keluar jendela.. Hmm.. bis sedang merangkak..sedikit demi sedikit.., dan ini bagus untuk kameraku krn tidak akan banyak goncangan saat aku mengambil gambar. So.. its my little journey, lets cekidot…

berteduh

 

Entah apa yang ada di pikirannya saat itu., tidur dengan santai tanpa alas di bawah pohon nan rindang. padahal di sebrang jalan… Muuacet Puoool…!!

Hahaha..(dalam hati aku tertawa.. aku membayangkan seandainya aku yang ada  disana.. aku senyum sendiri.. eh, ternyata..orang-orang di bis ini juga memperhatikan dia..hampir semua penumpang yg duduk di dekat jendela sebelah kiri menoleh ke kiri..owh.. ternyata bukan aku saja yg tertarik. Beberapa detik kemudian bis mulai berjalan pelan..

Akar Berakar

 

Sampailah kami di daerah.. hmm.. daerah mana ya.? ini sepanjang 1 km ada banyak penjual singkong dan ketela pohon. dan terutama apel manalagi yang di kemas bersusun dalam sebuah tas terbuat dari tali. Ini pohon besar sekaliii…! dan pohon ini disponsori oleh telkomsel.! suatu cara promosi yg hebat.! Yang aku juga heran, itu..akar pohonnya berbuah ketela. aneh bukan..? ini namanya akar berakar. hehe..^_^

 

 

Ok..selepas dari sini.., bis mulai berjalan dengan cepat. tidak ada lagi hambatan yg begitu berat, paling cuma motor yg tiba2 nyebrang bikin penumpang kaget krn supir yang ngerem mendadak.. and.. perjalanan berlanjut dan sampailah disini… SURABAYA…!

surabaya yg macret.!

 

Owh..! ternyata sudah sampai surabaya.! saat itu pukul 13.00 wib.., hohoho.. Diatas bis kota, Surabaya menyambutku dengan udara panas dan macretnya. Huuahh.. kebiasaan yg tidak enak.

*jeesss*..

Bis kota surabaya… sdh beberapa kali aku naik bis kota, tapi gak ada 1 pun yg menyenangkan. kenapa bis kota gak ada yg AC ya.? bis kota jurusan Bungurasih – JMP selalu kotor, panaaas.. sering ngetem, berhenti di sembarang tempat, suara mesin yang menderu, suara klakson yg mengganggu, daaaan…

 

Kipas angin ituu...!

suara kipas angin itu..!! anginnya gak seberapa, lah suaranya.. berisiiik..! sampai mengalahkan suara ramai di luar bis.!

daaan… cerita ini masih belum berakhir bila tanpa …………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

TERIAKAN KONDEKTUR BIS..!

kondektur muda

” PGS TURI..! PGS TURI..! TASIOOON..TASIOON..! AYO PAK.! AYO PAK.! ” lalu.., ” YANG PAHLAWAN PERSIAPAN. PAHLAWAN.! PAHLAWAAAN.. PERSIAPAAN..!! ”

Suaranya KUUENCENG NAUDZUBILLAH.! sungguh, hebat. !

dengan suara sekeras itu, dia tidak perlu mike untuk adzan.! pasti akan terdengar. Hahaha..!

Akhirnya.., that’s the end of my journey.  sampailah aku di JMP dan disambut oleh para tukang becak yg dekat-dekat-mendekat berbisik dan berkata ” mana bu, mana mb, ayo , ayo., becak ya? , becak ya ? ”

aku tersenyum saja.. ” dijemput, Pak ” kataku..

Perjalanan yg menyenangkan.

Catat  juga perjalananmu, ya.. ^_^

Salam,

Kistian