Ini dimulai ketika anak saya yang kelas 4 SD belajar untuk menghadapi ulangan Formatif PKN dan IPS.

materi PKn :
> Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan kabupaten, kota , Menggambarkan struktur organisasai kabupaten, kota

sedangkan Materi IPS adalah :
> Menunjukkan jenis dan persebaran SDA serta pemanfaatannya untuk kegiatan ekonomi di lingkungan setempat dan Menghargai keragaman suku bangsa dan budaya setempat (kabupaten/kota , propinsi)

saya tidak akan membahas PKn lagi karena saat itu sudah cukup terganggu melihat begitu besar tekanan yg harus dihadapi anak SD untuk mempelajari hal-hal tentang Lembaga Pemerintahan. Beberapa hal dalam buku cetak PKN terbitan Departemen Pendidikan Nasional yg perlu dipelajari adalah :
> Tugas dan tanggung jawab Kades, Camat, lurah, DPRD, Gubernur, MPR, Presiden, MA, MK, Komisi Yudisial, badan pemeriksa Keuangan, dan bab terakhir Globalisasi.

Belum reda kekecewaan saya terhadap kurikulum kita, anak saya kembali dihadapkan pada materi IPS yg juga tidak kalah “seru”
Materi yang ada dalam buku IPS (juga terbitan DePenNas) tersebut adalah :
> Membaca dan menggambar Peta,
> Keragaman Sosial dan Budaya berdasarkan Kenampakan Alam,
> Persebaran Sumber Daya Alam di Lingkungan Setempat,
> Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya,
> Menghargai Peninggalan sejarah,
> Semangat Kepahlawanan dan Cinta tanah air.
Ini materi yg harus dipelajari dalam 1 semester alias selama 6 bulan.
Padahal, untuk materi Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya saja, ada 5 Bab. dan Bab Keragaman Suku Bangsa dan Budaya yg juga harus dipelajari adalah Suku bangsa, Tarian dan senjata Tradisional, Rumah adat, Pakaian daerah, Makanan Khas, Lagu Daerah, Alat musik dan Upacara Adat.
Ragam Pakaian Adat Indonesia

Murid SD kelas 4, dengan rentang usia 9-10 tahun, dengan materi begitu banyak, apakah bisa menyerap semua materi tersebut.?

Negara kita ini adalah satu kepulauan dgn wilayah tersebar, tercatat ada 17.508 pulau di Indonesia. Dalam RIBUAN pulau itu bermukin ratusan wilayah dengan masing2 budayanya.

Tujuan pemerintah memang baik, yaitu ingin agar generasi mudanya sejak dini mengenal kebudayaan Indonesia,dengan kekayaan dan keragaman yang kita miliki. Mengantisipasi agar budayanya tidak diambil atau di aku-aku negara lain, namun mengapa tanggung jawab itu dibebankan sekaligus kepada anak SD.? dan sungguh sangat disesalkan, kita baru ribut , baru sadar, dan baru menjaganya setelah budaya kita di ambil negara lain.? Semestinya reaksi mengamankan budaya ini dilakukan terus menerus ketika awal kasus ini tercuat, bukan hanya ketika ramai di protes di media.
Lalu, dapat dilihat bagaimana anak-anak kita sekarang. Kita lebih mengenal Budaya asing daripada budaya sendiri. sadar atau tidak, generasi muda di negara kita sudah tidak punya kepribadian lagi. Hal itu jelas terlihat dengan mudahnya anak-anak kita meniru dan mengadopsi budaya luar. Misalnya :
1. Acara Ulang Tahun dengan meniup lilin
saya tidak akan membahasnya dari segi agama, tp secara logika saja., lilin bagi saya adalah penerang atau cahaya. bagaimana bisa kita mengucapkan keinginan lalu mematikan lilinnya.? sama saja dgn mematikan harapan, kan.? kalau memang ingin kue ulang tahun dan lilin, semestinya lilinnya tidak usah ditiup. biarkan saja dia menyala sampai acara selesai.
2. Acara Tahun Baru.
Acara ini bahkan dirayakan di seluruh pelosok Indonesia. semua orang ber pesta kembang api dan bahkan juga dengan begadang malam-malam dan memenuhi jalan. Tiup terompet, berteriak, berpesta .. seolah besok tidak akan ada kehidupan lagi karena semua akan masuk surga. Ini tidak salah, tapi akan menjadi salah bila Tahun Baru umat islam yg mayoritas 75 % adalah penduduk Indonesia tidak merayakannya semeriah ini. hanya sebagian kecil saja yang merayakannya, itupun karena ada ajakan dari mesjid, dari sekolah Islam/Madrasah yg mewajibkan muridnya atau orangtua masing-masing anak yg mengajak untuk shalat malam dan bertafakur dan memohon ampun pada Allah Swt. Ini bagus. tapi ada berapa sekolah Islam dalam 1 daerah ? ada berapa banyak orang tua yg akan mengajak anak-anaknya ? Bahkan tidak semua merayakan dan mengajak umatnya untuk merayakan Tahun Baru Islam.
tidak ada anak-anak yang dengan kemauannya sendiri mengajak untuk merayakan tahun baru Islam.
3. Pesta Topeng
semua memakai topeng superhero. hahahaha..! lucu sekali. ! Mana srikandi dan gatot kaca nya.? mana Kartini, mana pangeran Diponegoro.? kalaupun ada , mereka yang memakai kostum ini akan ditertawakan habis-habisan.!
4. Pesta Halloween.
Acara dimana setiap orang memakai baju aneh dengan dandanan seperti setan, seperti Jin, seperti Hantu, seperti vampir, seperti setan-setan luar negeri, dirayakan gelap-gelapan bahkan juga dengan mengajak anak-anak dan mendandaninya juga. Ini manfaatnya apa.? ada teman yang bilang, yang tau manfaatnya adalah mereka yang melakukan. hahaha.. ! lucu juga jawabannya.
Adakah manfaat bagi mereka yg melakukan.? saya yakin anda bisa menjawabnya.
dan banyak lagi budaya-budaya asing yang kita tiru, kita lakukan setiap tahun, dan sesuatu yang menjadi kebiasaan,sering dilakukan, maka hal itu akan menjadi kepribadian.
Pakaian Adat Jawa
Lalu dimana kepribadian Indonesia.? Mana Budaya Indonesia sesungguhnya.? kita ini punya terlalu banyak kebudayaan. Saking banyaknya budaya, kita bingung mau menonjolkan yang mana. ada ratusan budaya di negara kita. sikap dan langkah yang wajar diambil adalah kita akan meniru , kita melakukan sesuatu yang dianggap mudah. sesuatu akan dianggap mudah bila kita selalu melihat hal yang sama berulang-ulang.

4 budaya asing yang saya sebutkan diatas adalah tontonan sering sekali kita semua lihat di TV. di tampilkan dengan cara yg enak ditonton, mudah dicerna, lucu, seru dan menghibur.
Lalu.. MENGAPA KITA TIDAK MENGGUNAKAN CARA ITU. kita tidak bisa menghentikan arus globalisasi, tp PEMERINTAH KITA juga TIDAK BOLEH MEMBIARKAN hal itu begitu saja tanpa mengantisipasi.

Pengaturan dan pelaksanaan kurikulum untuk anak SD seharusnya dibuat sedemikian rupa agar anak-anak lebih fokus, bisa belajar dengan mudah dan menyenangkan. kalau ingin anak indonesia lebih berkepribadian, bukan lagi dgn menjejalinya dgn banyak pelajaran TAPI yg tertangkap hanya setengah setengah. lebih baik terbatas tapi fokus.Karena itu pembatasan pelajaran dan materi adalah sangat penting. Saya tidak mengatakan bahwa Budaya tidak harus dipelajari oleh anak SD tapi yg saya ingin katakan adalah bagaimana membuat pelajaran itu bisa ditangkap dan diserap seluruhnya dengan baik. caranya adalah dengan membuat bab ini dipelajari selama beberapa bulan. bukannya 1 bulan seperti sekarang.

Apalagi sekolah Islam seperti MI dan sekolah berbasis agama lainnya seperti sekolah kristen, sekolah katolik dan sejenisnya, pelajarannya lebih banyak karena memang fokusnya di bidang agama. Untuk sekolah Islam, Pelajaran agama saja dibagi 4 bidang. Yaitu : Fiqih, Qur’an Hadist, sejarah Kebudayaan Islam dan Akidah Akhlak. Belum lagi Bahasa Arab. Waktu bermain anak jadi berkurang. Memang setiap sekolah ada kelebihan dan kekurangan Tetapi di sekolah berbasis agama , pengetahuan mereka tentang agama juga akan lebih banyak. Namun Jangan sampai hanya karena alasan fokus pada agama , lalu mereka tidak berkebudayaan. Akan sangat lebih baik bila negara punya sistem pendidikan dan kurikulum yg tepat untuk murid-murid se indonesia. Sehingga ada 1 masalah yg berkurang. Apalagi kurikulum SD adalah masalah dasar yang sangat penting.

Selain itu, Ragam budaya, lagu atau kesenian daerah, rumah adat, tarian,dan lain-lain bukankah berhubungan dengan departemn Budaya dan Pariwisata ? akan lebih mudah ditangkap bila pelajaran ini dimasukkan dalam pelajaran kesenian saja sehingga akan bisa langsung diterapkan daripada hanya menghafal teori berlembar-lembar dengan pegangan dasar RPUL. Ini bisa diatur misalnya, hari ini menyanyikan lagu Apuse.. besoknya O ina ni Keke.. minggu depan Bubuy Bulan, lalu bermain peran dgn memakai pakaian tradisional, dan lain-lain. Sehingga pengenalan budaya daerah sejak dini akan lebih melekat di memory masing-masing anak.

Upaya lain, Departemen Budaya dan pariwisata juga sebaiknya menghadirkan program TV dgn tema kebudayaan untuk mengenalkan dan menanamkan budaya Indonesia, dibuat semenarik mungkin. Tenaga profesional dalam negri untuk pembuatan film kartun dan animasi tidak kalah canggih dibandingkan negara luar.
Usaha selanjutnya adalah dengan meng- iklankan atau dicetak di majalah anak-anak sehingga menarik minat anak untuk membacanya..

Misal di India, ada pelajaran khusus yang WAJIB DIIKUTI siswanya yaitu Pendidikan Seni India tradisional dari tarian, baju sampai nyanyian tradisional.karena itulah India sangat berkarakter dan mendunia. Semua orang mengetahui budaya India, sehingga ini sulit di klaim oleh negara lain.

Bila Indonesia ingin dikenal keragaman budayanya, memang harus ada kelas atau mata pelajaran khusus.. semua budaya yang ada harus diketahui Anak Indonesia . Sehingga setiap anak bisa mengenal, mengetahui dan akan bangga memiliki budaya negaranya yang begitu beragam.

Kebudayaan suatu bangsa akan menentukan kepribadian bangsa itu sendiri.
Sekolah Dasar adalah DASAR. Pendidikan dasar yg terpenting adalah mendidik bagaimana mereka menjadi anak2 yg berkarakter, punya pendirian yg kuat, berani membela yg benar, bermartabat, jujur dan bangga pada negaranya. Punya rasa memiliki dan mencintai bangsa Indonesia.

Lalu kita ini enaknya ngapain ?

Kalau tidak ada yang bisa kita lakukan untuk melestarikan budaya kita, setidaknya janganlah menukar budaya kita dgn meniru budaya negara lain yang tidak jelas manfaatnya, yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa kita. Jangan sampai kita kehilangan kepribadian kita karena kita tidak mengenal budaya sendiri.

Bila pun anda ingin melakukan sesuatu ( dan akan lebih baik bila anda melakukannya ), bagi saja yang anda tahu kepada semua orang dekat anda , khususnya kepada anak-anak , tentang keragaman budaya kita, dan tentang yang kita bicarakan ini. Kita harus melakukan sesuatu. Jangan hanya diam, tidak melakukan sesuatu dan menerima apa saja apa yg disuguhkan tanpa bisa membedakan apakah itu madu atau racun.. (kayak lagu, ya.? hehehe..)

Ini bangsa kita. Ini negara kita. Bila Pemerintah tidak bisa lagi diandalkan, yang tersisa adalah rakyat. dan akan sangat berharga bila kita, rakyat kecil ini tetap bisa menjadi orang-orang yang pintar, yang tahu apa yang di mau dan bukan hanya robot-robot yg bisa di kendalikan dgn tombol.

Peduli lah pada Sistem Pendidikan kita,
Pedulilah pada perkembangan anak-anak kita.

Salam buat keluarga, ya.. Alat Musik Angklung Indonesia
semoga Allah selalu melindungi hati dan pikiran kita,
Menjaga orang-orang yang kita kasihi dan melindungi negara kita yang tercinta ini.
amiiin..

kistian ^_^

About kistian lize

Howdy..! Glad to see you .. ^_^ . I liked read and photography. Hope you get any inspiration from here..kalo gak dapet, berarti anda belum beruntung. hehehe...Have a nice reading , ya ..^_^.!!

2 responses »

  1. Adjie Prihantoro mengatakan:

    Halo, Think Positif, Say Positif, Do Positif. Salam kenal sebelumnya.
    Apa boleh saya share Rubrik ini, sekaligus Gambarnya (seperti Gambar yang mengesankan Keberagaman Kebudayaan Indonesia) di atas? Kalo boleh saya share, atau copy paste, saya senang sekali🙂 T’rima kasih buat Perhatiannya

    • kistian lize mengatakan:

      Salam kenal juga pak Adjie,
      Terimakasih atas kunjungannya disini.
      Monggo, silahkan di share saja tidak apa2 Pak.
      Lebih baik lagi kalau Bapak tambahkan informasi lain yang lebih update.
      Salam Semangat.! Indonesia Kita, Indonesia Berbudaya.! ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s